The Hashashin


Jumlah

Ketersediaan : Tersedia

Rp 35.000

Rp 29.750

The Hashashin

Secret Society Muslim yang Paling Ditakuti di Era Perang Salib & Bertanggung Jawab atas Pembunuhan Raja Yerusalem Conrad of Montferrat

Bernard Livingstone

ISBN

: 9789791208772

Terbit

: Juni 2015

Genre

: Sosial Politik

Halaman

: 136

Berat

: 110 gram

Ukuran

: 14 x 20.5 cm

Sampul

: Soft Cover

Lini

: DARAS - Sosial Politik


Diskon : 15%
Harga Awal:      Rp 35,000.00
Harga Diskon:   Rp 29,750.00
Harga Member:  Rp 26,250.00

Dari sebuah gang kecil, dua rahib mendekat, kepala mereka tertunduk rendah sambil menggumamkan pujian tradisional dalam bahasa Latin, jari-jari mereka dengan cekatan bergerak-gerak di rosario kayu di balik jubah cokelat. Secara perlahan, mereka berjalan ke tengah halaman, tampak terlalu tenggelam dalam doa untuk memperhatikan Conrad dan para pengawalnya. Kemudian, tiba-tiba, kedua biarawan ini berlari secepat kilat ke arah Conrad.  Sekilas terlihat kilatan baja, kilauan dari sinar matahari sore dengan halus memantulkan sebilah belati yang diasah dengan baik. Dalam hitungan detik, Raja Yerusalem tergeletak dalam diam di tengah-tengah genangan darahnya sendiri. Pria yang paling mengagumkan dan tak tersentuh di Tanah Suci itu telah mati.

 

***

Ketika Pasukan Salib memasuki Yerusalem dan bergaya seolah-olah mereka memiliki kota tersebut, Hashashin memperlihatkan kepada mereka bagaimana rasanya mengembuskan napas terakhir di ujung pisau dapur yang tajam.  Dari benteng pertahanan di Alamut, sang dalang yang penuh perhitungan, Hasan bin Sabah, menyusun jaringan rahasia yang terdiri atas algojo-algojo mematikan yang secara fanatik mengabdikan diri kepadanya. 

Hashashin memanfaatkan rasa takut dan reputasi tak mengenal belas kasihan. Hashashin menghabisi para raja, perdana menteri, khalifah, dan pangeran, nyaris tak memberi waktu bagi para korban untuk berteriak sebelum membenamkan belati ke tulang rusuk mereka. 

Pemimpin Tertinggi Kesatria Hospitaller ditikam hingga tewas di hadapan puluhan orang yang memandang ngeri. Raja Inggris Edward Longshanks hampir kehilangan nyawa setelah terluka oleh belati seorang fidayyin di luar dinding-dinding Yerusalem, dan bahkan Salahuddin al Ayyubi nyaris tewas setelah berhadapan dengan para pembunuh misterius ini.