MAKNA HAJI EDISI BARU


Jumlah

Ketersediaan : Tersedia

Rp 45.000

Rp 36.000

Makna Haji Edisi Baru
Berhaji adalah perjalanan menuju serambi surga. Siapa yang memaknai hajinya dengan benar, maka surga adalah ganjarannya...
Dr. Ali Syariati
     

ISBN

: 978-979-26-6518-5

Terbit

: September 2007

Genre

:

Halaman

: 260

Berat

: 360 gram

Ukuran

: 13 x 20.5 cm

Sampul

: Soft Cover Flap UV

Lini

: ZAHRA - Haji & Umrah


Diskon : 15%
Harga Awal:      Rp 45,000.00
Harga Diskon:   Rp 36,000.00
Harga Member:  Rp 31,500.00

 

Deskripsi Buku_________________________________________

Sebelum berangkat haji, kita harus “menggugat” dulu niat, perangkat dan perilaku jiwa kita. Sudah benarkah niat kita? Halalkah uang yang kita gunakan untuk membiayai keberangkatan kita? Jiwa mana yang kita bawa? Jiwa yang hendak bertekuk lutut dan mengakui kehinaan  di hadapan Tuhan, atukah jiwa yang hendak ‘memperalat’ Tuhan demi status baru sebagai manusia yang gila hormat dan sanjungan? Ataukah sekadar memperpanjang gelar yang kita sandang? Selami jiwa kita dan bunuhlah tikus-tikus busuk yang ada di dalamnya. Dan, selami pula hakikat haji untuk kemudian  kita biarkan keagungan-Nya bersemayam dalam jiwa kita, dan memancar jauh ke dalam relung kehidupan sebagaimana dulu Ibrahim as., “Singa Padang Tauhid”.

Dr. Ali Syariati, melalui ketajaman analisanya, mengajak kita untuk menyelami makna haji. Menggiring kita ke dalam lorong-lorong haji yang penuh makna, bukan yang hampa tak bermakna. Diajaknya kita untuk memahami haji sebagi langkah maju “pembebasan diri”, bebas dari penghambaan kepada tuhan-tuhan palsu menuju penghambaan kepada Tuhan Yang Sejati. Melalui uraiannya yang khas dan membangkitkan semangat, kita diberitahu siapa saja kepalsuan yang ternyata menjadi sahabat, kekasih dan pembela kita, yang harus kita waspadai dan kita bongkar topeng-topeng kemunafikannya. Penulis buku ini hendak menunjukkan kepada kita bahwa haji bukanlah sekadar prosesi lahiriah formal belaka, melainkan sebuah momen revolusi lahir dan batin untuk mencapai kesejatian diri sebagi manusia. Dengan kata lain, orang yang sudah berhaji haruslah menjadi manusia yang “tampil beda” (lebih lurus hidupnya) dibanding sebelumnya. Dan ini adalah kemestian. Kalau tidak, sesungguhnya kita hanyalah wisatawan yang berlibur ke tanah suci di musim haji, tidak lebih!

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu [bagi] orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari [kewajiban haji], maka sesungguhnya Allah Mahakaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam.” 
(Q.S. Âli ‘Imrân [3]: 97)

Ali Syariati lahir pada 24 November 1933. Ia meraih gelar doktornya dibidang sastra pada 1963 dari Universitas Sorbonne, Prancis. Selama hidupnya, ia mengabdikan dirinya untuk membangunkan masyarakat Islam dari belenggu kezaliman. Ia syahid di London, Inggris, pada 19 Juni 1977.

Pujian-pujian_________________________________________

Buku ini amat perlu dimiliki… Isinya yang “menyentak”, insya Allah mampu menumbuhkan kesadaran baru akan makna haji yang hakiki.
—Republika

Buku ini memberi pembekalan agar ibadah yang akan dilaksanakan di Tanah Suci nanti membuat kita kembali sebagai manusia baru, menuju perbaikan hakiki.
—Koran Tempo

Review Media_________________________________________

  • Resensi Paras, No. 51 / Thn V / Desember 2007... 
  • Resensi Harian Terbit, 12 November 2007... 
  • Resensi Majalah Khalifah, 8-21 November 2007Haji, Jalan Menuju Keabadian... 
  • Resensi Majalah Khalifah, 8-21 November 2007... 
  • Resensi Radar Bandung, Minggu 16 Desember 2007... 
  • Resensi Hidayah, Januari 2008... 
  • Resensi http://gp-ansor.org... 
  • Resensi GP-ANSOR.ORG, 28 Desember 2007... 
  • Resensi H.U Pikiran Rakyat, BND,Rabu 3 Desember 2007...